IP Anda:Tidak diketahui

·

Status Anda: Tidak diketahui

Langsung ke konten utama

Cookie di internet: Untuk apa digunakan?

Cookie dapat mempercepat kinerja browser web dan meningkatkan pengalaman internet Anda. Meskipun beberapa tidak berbahaya, lainnya dapat melanggar privasi. Pelajari apa sebenarnya cookie internet itu, apa fungsinya, dan bagaimana Anda dapat mengelolanya.

31 Mar 2026

9 mnt baca

Cookie di internet: Untuk apa digunakan?

Cookie internet adalah potongan data kecil yang disimpan oleh komputer atau browser web Anda saat Anda mengunjungi sebuah situs web. Cookie melacak interaksi dan perilaku Anda di dalam situs web tersebut dan membantu halaman web mengingat preferensi Anda.

Dikembangkan pada tahun 1994, cookie awalnya dirancang untuk memudahkan transaksi komersial di internet bagi pengguna. Nama "cookie" diambil dari istilah pemrograman "magic cookie," yang merujuk pada token yang mentransfer data antara perangkat dan program.

Sejak itu, cookie telah terintegrasi secara mulus ke dalam berbagai operasi online. Misalnya, jika Anda menambahkan barang ke keranjang belanja di situs e-commerce, barang tersebut akan tetap berada di keranjang saat Anda berpindah dari halaman ke halaman. 

Ini karena situs dapat mengenali cookie yang disimpan di browser Anda dan mengetahui bahwa Anda adalah orang yang sama yang menambahkan barang-barang tersebut ke keranjang. Namun, cookie terkadang dapat mengikuti Anda dari situs ke situs. Sehingga aktivitas Anda mungkin dilacak bahkan setelah meninggalkan situs yang memberikan cookie tersebut.

Cookie mentransfer potongan kecil data spesifik antara perangkat dan situs web. Setiap kali Anda mengunjungi situs, situs tersebut mengirimkan cookie ke browser web Anda. Pesan ini berisi informasi unik tentang kunjungan Anda. 

Browser web Anda bertanggung jawab untuk menyimpan cookie tersebut di hard drive komputer Anda dan mengelolanya sehingga tetap terkait dengan situs web yang mengirimkannya. Cookie biasanya berisi ID session Anda, preferensi, autentikasi, dan informasi pelacakan.

Setiap kali Anda kembali ke situs web tersebut, browser web Anda mengirimkan cookie kembali ke server situs web. Server kemudian membaca cookie tersebut untuk menentukan apakah Anda harus tetap login setelah kunjungan terakhir Anda ke situs, konten apa yang kemungkinan besar ingin Anda lihat, atau iklan apa yang paling sesuai dengan selera Anda.

Di mana pun Anda menjelajah di internet, Anda dapat memutuskan cookie mana yang ingin Anda izinkan dan mana yang ingin Anda tolak. Beberapa cookie bersifat invasif dan memungkinkan pengiklan serta pihak ketiga lainnya untuk melacak aktivitas online Anda. 

Penting untuk membuat keputusan yang terinformasi dan memilih cookie yang tepat agar tetap aman dan privasi Anda terjaga saat online. Itulah mengapa kami menyiapkan panduan singkat tentang cookie pelacakan, yang dapat Anda temukan di bawah ini.

Session cookie (sering juga disebut cookie sementara) adalah data kecil yang dibuat oleh sebuah situs web dan disimpan sementara di perangkat Anda saat Anda sedang membuka situs tersebut. Cookie ini hanya aktif selama Anda masih berada di situs itu. Begitu Anda menutup atau meninggalkan situsnya, session cookie biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Session cookie membantu situs web bekerja dengan baik. Misalnya, untuk memastikan Anda tetap login saat membuka beberapa halaman, menjaga keamanan saat masuk ke akun, mengingat pilihan atau pengaturan Anda selama menggunakan situs, membantu situs membagi beban pengunjung agar tidak lambat, dan mendukung proses belanja online seperti menyimpan barang yang Anda masukkan ke keranjang.

Persistent Cookie (sering juga disebut cookie permanen atau cookie penyimpanan) adalah data kecil yang disimpan oleh situs web di browser Anda dan tidak langsung hilang ketika Anda menutup situs tersebut. Cookie ini bisa tetap tersimpan di perangkat Anda untuk jangka waktu tertentu, misalnya beberapa hari, bulan, atau bahkan lebih lama.

Cookie jenis ini biasanya digunakan untuk mengingat informasi tentang Anda ketika Anda kembali ke situs yang sama, seperti mengingat bahasa yang Anda pilih atau membuat Anda tetap dikenali oleh situs tersebut. Beberapa persistent cookie juga dapat mengumpulkan informasi tentang aktivitas penjelajahan Anda dan digunakan untuk melacak kebiasaan Anda saat mengunjungi berbagai situs web.

First party cookie adalah data kecil yang dibuat langsung oleh situs web yang sedang Anda kunjungi. Cookie ini membantu situs tersebut mengenali Anda ketika Anda kembali lagi dan mengingat beberapa informasi dasar tentang Anda saat Anda menjelajahi halaman-halamannya.

Cookie ini disimpan di browser Anda oleh server dari situs tersebut ketika Anda membuka situsnya. Namun, cookie ini hanya bekerja saat Anda berada di situs itu saja. Setelah Anda meninggalkan situs tersebut, cookie tersebut tidak lagi digunakan oleh situs lain.

Third party cookie dirancang untuk tetap aktif bahkan setelah Anda meninggalkan halaman web yang menanamkannya. Cookie ini adalah jenis cookie yang mungkin kurang disukai oleh pengguna internet karena memungkinkan pelacakan lintas situs dan mengganggu privasi. Akibatnya, banyak browser kini menghapus fungsi third party cookie.

Pelajari lebih lanjut tentang perbedaan antara first party cookie dan third party cookie dengan mengikuti tautan ini.

Flash cookie, yang juga disebut Local Shared Objects (LSO), adalah data kecil yang digunakan oleh situs web untuk membantu fitur yang berkaitan dengan pemutar video berbasis Flash.

Misalnya, jika Anda menonton video di sebuah situs dan berhenti di tengah jalan, lalu kembali lagi ke halaman tersebut, Flash cookie dapat memberi tahu situs itu di bagian mana Anda terakhir menonton. Dengan begitu, video bisa dilanjutkan dari bagian tersebut tanpa harus mencarinya lagi dari awal.

Selain itu, Flash cookie juga dapat menyimpan informasi lain, seperti berapa kali iklan sudah ditampilkan bersama video, atau pengaturan yang Anda pilih, misalnya kualitas video atau bahasa yang digunakan.

Zombie cookie (kadang disebut evercookie atau super cookie) adalah jenis cookie yang dirancang agar sulit dihapus. Biasanya, ketika Anda menghapus cookie dari browser, cookie tersebut akan hilang. Namun zombie cookie bekerja berbeda.

Cookie ini membuat beberapa salinan dari dirinya sendiri dan menyimpannya di berbagai tempat di browser atau perangkat Anda. Jika salah satu salinan dihapus, salinan lain bisa membuatnya muncul kembali.

Karena cara kerjanya seperti itu, zombie cookie dianggap cukup “licik” dan sering kali sulit untuk dihapus sepenuhnya dari perangkat.

Periksa ringkasan di bawah ini tentang berbagai cookie pelacakan untuk perbandingan yang komprehensif:

Jenis cookie

Fungsi

Masalah privasi

Session Cookie

Mengumpulkan data yang spesifik untuk session, misalnya aktivitas pengguna di situs web, preferensi, dan detail login.

Meskipun dianggap aman, cookie session rentan terhadap penyalahgunaan jika tidak dilindungi dengan baik.

Persistent Cookie

Melacak aktivitas pengguna antar situs web, merekam preferensi, informasi login, dan kebiasaan online mereka.

Persistent cookie menimbulkan kekhawatiran privasi karena pelacakan jangka panjang dan lintas situs.

First Party Cookie

Data pengguna yang spesifik terkait dengan situs web tertentu.

Berfokus pada satu halaman web, first party cookie dianggap aman selama pengguna berhati-hati dalam membagikan informasi yang mereka bagikan.

Third Party Cookie

Melacak aktivitas lintas situs dan digunakan untuk periklanan dan analisis.

Third party cookie dikenal karena pelacakan yang luas dan pelanggaran privasi.

Flash Cookie

Merekam data berbasis flash pada situs web tertentu.

Flash Cookie hanya berlaku untuk file video dan dianggap aman tetapi sudah usang.

Zombie Cookie

Melacak sejumlah besar informasi pribadi, termasuk riwayat penelusuran, alamat IP, informasi perangkat, dan kredensial login.

Zombie Cookie dianggap tidak etis karena melanggar privasi dengan pelacakan yang invasif.

Kebijakan cookie adalah penjelasan tentang bagaimana sebuah situs web menggunakan cookie. Biasanya, informasi ini bisa ditemukan di bagian syarat dan ketentuan atau kebijakan privasi di situs tersebut. Saat Anda pertama kali membuka sebuah situs web, sering muncul jendela kecil (pop-up) yang meminta izin untuk menggunakan cookie selama Anda menggunakan situs itu.

Jika Anda tidak menyetujui penggunaan cookie, terkadang Anda tidak dapat membuka situs tersebut sepenuhnya, atau beberapa fiturnya tidak akan bekerja dengan baik. Hal ini terjadi karena beberapa bagian dari situs membutuhkan cookie untuk mengenali pengguna saat berpindah dari satu halaman ke halaman lain.

Di wilayah Uni Eropa, ada aturan seperti General Data Protection Regulation (GDPR) dan ePrivacy Directive (ePD) yang mewajibkan perusahaan menjelaskan dengan jelas bagaimana mereka menggunakan cookie dan meminta izin pengguna sebelum menyimpannya di perangkat.

Karena itu, sebelum menyetujui penggunaan cookie, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu jenis cookie apa yang digunakan oleh situs tersebut dan untuk apa tujuannya. Jika tersedia pilihan pengaturan cookie, Anda juga bisa menyesuaikannya, misalnya hanya mengizinkan cookie yang benar-benar diperlukan agar situs dapat berfungsi.

Tergantung pada jenis cookie yang Anda izinkan untuk disimpan di perangkat Anda, Anda dapat menikmati pengalaman pengguna yang lebih lancar atau membahayakan privasi online Anda. Secara umum, cookie memiliki banyak fungsi penting, mulai dari menyimpan barang di keranjang belanja online Anda hingga mengingat seberapa banyak video online yang telah Anda tonton. 

Halaman web umumnya lebih mudah dinavigasi saat Anda menyimpan cookie session karena situs web mengingat preferensi dan pengaturan Anda saat berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Meskipun cookie tidak wajib, pengalaman internet Anda akan menjadi lebih lambat dan merepotkan tanpa mereka.

Di sisi lain, cookie yang mengganggu dapat melacak aktivitas online Anda saat berpindah situs web dan menjual data terkait perilaku online Anda kepada pengiklan pihak ketiga. Cookie juga dikenal sebagai titik masuk bagi peretas untuk mencuri data sensitif. 

Sebagai contoh, pada tahun 2010, worm bernama Koobface memanfaatkan cookie terkait Facebook untuk mencuri kredensial pengguna agar dapat masuk ke akun mereka. Setahun kemudian, peretas berhasil menyusupkan malware yang mencari cookie dan cache internet untuk mencuri data login pengguna dari berbagai situs e-commerce.

Anda dapat mengaktifkan, menonaktifkan, dan menghapus cookie di internet dengan mengubah pengaturan browser web Anda sesuai kebutuhan. Di bawah ini, terdapat panduan singkat tentang cara mengubah pengaturan cookie yang disimpan di perangkat Anda.

Anda dapat menyesuaikan pengaturan browser Anda untuk mengaktifkan atau menonaktifkan cookie dengan cara:

  1. 1.Buka halaman "Pengaturan" di browser Anda.
  2. 2.Pilih tab "Privasi".
  3. 3.Cari kotak centang untuk "izinkan cookie" atau "izinkan data lokal". Jika Anda ingin mengaktifkan cookie, cukup centang kotak tersebut. Jika Anda ingin menonaktifkannya, hapus centang pada kotak tersebut.

Jika Anda ingin menghapus cookie browser Anda, Anda harus:

  1. 1.Buka pengaturan browser Anda.
  2. 2.Pilih bagian "Privasi". Terkadang, alat untuk menghapus cookie dapat ditemukan di bawah tab "Alat", "Opsi Internet", atau "Lanjutan".
  3. 3.Setelah menemukan opsi untuk menghapus cookie, ikuti petunjuk yang diberikan untuk mengelola cookie yang disimpan di perangkat Anda. Anda dapat menemukan informasi detail tentang cara menghapus cookie di setiap browser dengan mengikuti tautan yang disediakan.

Namun, Anda perlu mempertimbangkan bahwa menghapus atau menonaktifkan cookie kemungkinan besar akan memengaruhi pengalaman browsing Anda karena situs web tidak akan mengingat bahwa Anda pernah mengunjungi mereka.

Alih-alih menonaktifkan dan menghapus cookie secara manual di perangkat Anda, Anda dapat menggunakan cara alternatif untuk membuatnya kurang mengganggu dan membatasi pelacakan yang dilakukan oleh cookie tersebut.

  1. 1.Gunakan fitur keamanan VPN. VPN adalah layanan yang membantu melindungi aktivitas Anda di internet. Beberapa VPN dari penyedia tepercaya memiliki fitur tambahan, misalnya memblokir cookie pelacak, iklan yang mengganggu, dan hal-hal lain yang tidak diinginkan saat Anda menjelajah di internet.
  2. 2.Gunakan browser yang lebih menjaga privasi. Ada beberapa browser yang dibuat khusus untuk lebih melindungi data pengguna. Browser seperti DuckDuckGo Privacy Browser atau Brave Browser berusaha mengumpulkan data pengguna seminimal mungkin dan biasanya langsung memblokir iklan serta pelacak secara otomatis.
  3. 3.Gunakan mode penelusuran pribadi (incognito). Banyak browser memiliki mode penelusuran pribadi atau incognito. Saat menggunakan mode ini, data sementara seperti cookie akan dihapus setelah Anda menutup session tersebut. Ada juga mode penelusuran aman yang membantu melindungi pengguna dari situs berbahaya yang mungkin mengandung virus atau ancaman keamanan lainnya.
  4. 4.Gunakan mesin pencari yang menjaga privasi. Beberapa mesin pencari dibuat agar tidak melacak aktivitas pencarian pengguna. Contohnya adalah DuckDuckGo, Startpage, dan Brave Search. Mesin pencari ini tidak menggunakan riwayat pencarian Anda untuk menampilkan iklan atau mengumpulkan data pribadi melalui cookie.

Keamanan online dimulai dengan satu klik.

Tetap aman dengan VPN terkemuka di dunia

Juga tersedia di: Deutsch,English,Français,Nederlands,繁體中文 (台灣).

Pakar NordVPN

Pakar NordVPN

Pakar NordVPN kami yang paham luar dalam solusi keamanan siber dan selalu berjuang membuat internet lebih aman untuk semua. Senantiasa memantau ancaman daring, mereka membagikan pengetahuan dan tip praktis menghindarinya. Apakah Anda pemula teknologi atau pengguna kawakan, akan ada pelajaran berharga di blog mereka. Keamanan siber harus dapat diakses semua orang—dan kami mewujudkannya, satu tulisan demi satu tulisan.