Apakah eSIM aman? Lima pertanyaan yang perlu kita jawab sendiri
Kami tahu bahwa alat baru bisa jadi menakutkan. Anda bukan satu-satunya orang yang khawatir. Jadi, untuk membantu Anda memahami keamanan dan privasi eSIM dengan lebih baik, kami akan menjawab lima pertanyaan paling umum.
Apakah eSIM dapat diretas?
Teknologi eSIM (modul identitas pelanggan tertanam) memiliki fitur keamanan ekstra yang membuatnya lebih kecil kemungkinannya untuk diretas daripada SIM fisik. Salah satu langkah ini adalah elemen aman yang menyimpan data sensitif dan menjaganya tetap aman dari orang yang seharusnya tidak berhak melihat atau mengubahnya. Hal ini memberikan lapisan pertahanan ekstra terhadap upaya peretasan.
Tentu saja, Anda harus ingat bahwa tidak ada perangkat yang terhubung yang sepenuhnya aman dari peretas. Dan karena eSIM digunakan pada perangkat yang terhubung ke internet, maka perangkat tersebut dapat diretas, terancam serangan phishing, atau terinfeksi malware. Penting untuk diingat bahwa serangan ini tidak terbatas pada eSIM dan dapat terjadi pada layanan apa pun.
Agar tetap aman, berhati-hatilah dengan semua perangkat setiap saat. Jangan mengklik tautan yang terlihat mencurigakan atau mengunduh aplikasi atau file dari sumber yang terlihat mencurigakan. Untuk keamanan ponsel pintar yang lebih baik, dapatkan perangkat lunak anti-malware dan pastikan sistem operasi Anda selalu diperbarui.
Agar tetap waspada terhadap peretas, pelajari cara mengetahui jika ponsel Anda diretas. Jika terinfeksi, Anda dapat mengambil tindakan tepat waktu untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Apakah eSIM dapat dikloning?
Kloning eSIM dapat dilakukan, tetapi kecil kemungkinannya. Untuk mengkloning kartu SIM, Anda memerlukan akses fisik ke item tersebut. Karena peretas tidak dapat menyentuh kartu eSIM secara fisik, maka sulit untuk mengkloningnya.
Anda mungkin bertanya-tanya apakah SIM tertanam dapat dikloning dari jarak jauh. Jawabannya adalah tidak. Operator jaringan seluler mengontrol dengan ketat pengaturan dan pengelolaan profil eSIM. Oleh karena itu, hampir tidak mungkin bagi peretas untuk mengkloningnya.
Ada beberapa alasan teknis mengapa pengkloningan hampir mustahil dilakukan. Peretas perlu memegang SIM fisik, mengetahui kunci enkripsi yang digunakan operator seluler untuk mengidentifikasi saluran seluler, serta mereplikasi nomor pengenal pelanggan seluler internasional (IMSI). Untuk melakukannya, peretas perlu menghubungi operator jaringan seluler dan menjalani berbagai protokol autentikasi.
Apakah eSIM dapat dilacak?
Pelacakan eSIM bisa saja dilakukan namun, hal ini tidak lebih mudah dari kartu SIM fisik. Pelacakan perangkat seluler terutama bergantung pada nomor pengidentifikasi peralatan seluler internasional (IMEI) perangkat yang unik, bukan jenis kartu SIM yang digunakan. Pengenal unik ini memungkinkan operator jaringan dan pihak berwenang untuk melacak perangkat. Penyedia jaringan seluler, pihak berwenang, dan bahkan peretas dapat mengetahui lokasi SIM selama ponsel Anda terhubung ke jaringan.
Meski demikian, pengguna memiliki kontrol atas pelacakan. Mematikan layanan lokasi dapat mencegah aplikasi mengakses lokasi Anda, dan VPN dapat membantu menjaga privasi dengan menyamarkan aktivitas internet Anda.
Apakah eSIM aman dari penukaran SIM?
Dengan eSIM, penukaran SIM masih memungkinkan meskipun Anda tidak dapat melepasnya secara fisik dari slot kartu SIM. Penukaran SIM terjadi ketika peretas menyamar sebagai Anda, mengelabui penyedia jaringan untuk mengaktifkan kartu SIM baru yang mereka kendalikan, dan menonaktifkan SIM Anda saat ini.
Penukaran kartu SIM adalah bentuk pencurian identitas dan penipuan dan sama berisikonya dengan eSIM seperti halnya SIM fisik. Jika peretas berhasil, mereka akan mengambil alih kendali atas nomor telepon Anda. Dengan cara ini, mereka dapat menyadap panggilan dan pesan Anda serta mengakses layanan yang menggunakan nomor telepon Anda untuk verifikasi, seperti autentikasi dua faktor (2FA), yang berpotensi memungkinkan mereka untuk mengakses akun keuangan Anda.
Namun, penukaran SIM tidak lebih umum terjadi pada eSIM dibandingkan dengan SIM fisik. Peluang peretas untuk berhasil bergantung pada cara penyedia jaringan Anda memverifikasi dan memvalidasi identitas pelanggan.
Apakah eSIM aman jika ponsel dicuri?
Salah satu keunggulan utama eSIM adalah keamanan fisiknya yang lebih baik daripada kartu SIM tradisional. Jika ponsel dicuri, pencuri tidak dapat menghapus dan mengganti eSIM secara fisik. Menonaktifkan atau mengganti eSIM biasanya membutuhkan otorisasi, sehingga lebih sulit bagi pencuri untuk mengeksploitasi. Hal ini membuat perangkat hampir tidak mungkin untuk dijual kembali, karena ponsel yang dicuri dengan profil eSIM aktif mudah dilacak.
Di sisi lain, penjahat yang bertekad kuat dapat menemukan cara untuk mengatur ulang perangkat. Namun, ini akan memakan waktu lebih lama, sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu untuk melacak ponsel Anda. Jika terjadi kehilangan atau pencurian fisik, Anda bisa mencoba menghapus perangkat Anda dari jarak jauh untuk mencegah akses yang tidak sah.
Apakah eSIM lebih aman dari kartu SIM fisik? Kesimpulan
Semakin banyak produsen ponsel yang memasukkan eSIM ke dalam perangkat mereka karena kenyamanan dan fitur-fitur lainnya. Namun, sangat penting untuk memahami bagaimana eSIM dibandingkan dengan kartu SIM yang dapat dilepas di berbagai aspek keamanan untuk menentukan apakah eSIM benar-benar memberikan opsi yang lebih aman.
| | eSIM | SIM Tradisional |
|---|---|---|
| Peretasan SIM | Dapat diretas melalui malware dan phishing | Rentan terhadap peretasan |
| Kloning SIM | Tidak terlalu rentan karena tertanam ke dalam perangkat | Mungkin jika diakses secara fisik |
| Penukaran SIM | Mungkin, tergantung pada keamanan penyedia layanan Anda | Mungkin, tergantung pada keamanan penyedia layanan Anda |
| Pelacakan | Sama-sama dapat dilacak seperti kartu fisik | Sama-sama dapat dilacak seperti eSIM |
| Keamanan fisik | Tidak terlalu rentan karena eSIM tidak dapat dihapus atau dinonaktifkan | Dapat dilepas dan diganti secara fisik |
Secara keseluruhan, eSIM lebih aman daripada kartu SIM fisik, terutama dalam hal keamanan fisik dan ketahanan terhadap kloning. Sifat eSIM yang tertanam membuat Anda tidak dapat melepas atau mengutak-atiknya secara fisik seperti SIM tradisional. Dengan demikian, mengurangi risiko berbagai ancaman keamanan.
Namun, eSIM tidak sepenuhnya kebal. eSIM memiliki kerentanan yang sama dengan kartu SIM fisik dalam hal peretasan, pelacakan, dan serangan penukaran SIM. Kedua jenis SIM ini dapat menjadi sasaran serangan malware, rekayasa sosial, dan phishing. Oleh karena itu, tetap penting bagi pengguna untuk mempertahankan praktik keamanan siber yang baik.
Cara membuat eSIM menjadi lebih aman
Salah satu pilihan cerdas untuk membuat eSIM Anda lebih aman terutama saat bepergian adalah dengan menggunakan VPN (jaringan pribadi virtual). VPN mengenkripsi koneksi internet Anda, sehingga peretas tidak dapat mengakses data Anda. Hal ini sangat penting terutama jika Anda ingin menggunakan Wi-Fi publik yang tidak aman. Dengan menggunakan VPN, Anda dapat melindungi informasi sensitif, seperti kata sandi, detail bank, dan pesan pribadi, dari pencurian data.
Beberapa aplikasi eSIM, seperti Saily, menyediakan opsi data yang aman saat bepergian. Ini adalah aplikasi eSIM serbaguna yang memungkinkan Anda memilih paket data yang berbeda di setidaknya 150 negara di seluruh dunia. Dengan cara ini, data Anda akan lebih aman karena Anda tidak memerlukan Wi-Fi publik.
Selain menggunakan VPN, berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan secara online. Peretas sering menggunakan trik, yang disebut serangan rekayasa sosial, untuk membuat orang memberikan informasi pribadi mereka. Berhati-hatilah dengan email, pesan, atau panggilan yang meminta data Anda, karena ini bisa jadi merupakan penipuan phishing. Selalu periksa apakah hal yang Anda terima merupakan asli sebelum Anda merespons atau mengklik tautan apa pun. Selain itu, perbarui kata sandi Anda secara teratur, gunakan autentikasi dua faktor, dan perbarui pengaturan keamanan perangkat Anda.
Meskipun VPN membantu menjaga lalu lintas internet Anda tetap aman, tetaplah berhati-hati saat online. Jaga kerahasiaan informasi pribadi Anda di media sosial, dan selalu waspada terhadap serangan phishing atau rekayasa sosial. Berhati-hati adalah langkah pertama dan paling penting untuk melindungi privasi dan keamanan online Anda.